Langkah
Saatnya saya terbangun
Memulai hari dengan secangkir air hangat
Saya melihat matahari sudah mulai melebarkan cahayanya
Burung-burung masih bersautan,
Saya rasa hari ini akan menjadi sesuatu yang baik
Kemudian datanglah suatu pesan
*Ting!*
“Kamu darimana saja?”
Ah, sial.
Saya kira saya sudah lepas dari debat semalam
Mengapa hari-hari saya dihabiskan hanya untuk debat
Kemudian saya menonton teve
Ada anjing saya yang ternyata mendengarkan teve
Saya tidak tertarik untuk membalas pesan itu
Untuk apa berdebat di telepon
Kalau bertemu menatap mata pasang telinga pun
Masalah belum tentu teratasi
Tidak menghiraukan pesan darinya
Aku lanjut melakukan persiapan berangkat kerja
Hingga besok aku masih belum membalasnya
Di kantor pun kami tidak bertemu
Tapi aku melihatnya sebelum pulang kerja
Beberapa panggilan tak terjawab darinya
Aku masih tidak mau dan inilah yang nanti akan kukatakan
Aku mencintainya
Dia tidak perlu khawatir dimana aku berada
Mungkin jejakku terpasang jelas sehingga ia ingin aku menemaninya
Besok aku akan menemuinya
Malam telah tiba
Aku mengambil ransel ku dan menuju parkiran
Ternyata dia sudah disana menungguku
Dia sangat hapal jejak ku
Bahkan dia bisa membacanya kalau aku selalu minum teh selesai bekerja
“Aku berhari-hari menunggu” katanya
Kupeluk dia, aku sangat berharga di matanya.
Komentar
Posting Komentar